Pemuda Cikedung Beraksi Menjaga Lingkungan dan Kelestarian Rawa Danau

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mendesak, pemuda di Desa Cikedung, Kabupaten Serang, Banten, mengambil inisiatif untuk menjaga kelestarian kawasan Rawa Danau dan aliran Sungai Cidanau. Dengan adanya tumpukan sampah yang menghalangi aliran sungai, mereka memahami bahwa aksi bersih-bersih sesaat bukanlah solusi jangka panjang. Oleh karena itu, komunitas ini berupaya melakukan perubahan yang lebih berkelanjutan demi kesejahteraan lingkungan dan masyarakat setempat.
Inisiatif Bersih-Bersih yang Melibatkan Pemuda Cikedung
Pada tanggal 23 September 2026, puluhan warga, pemuda, mahasiswa, serta kelompok pemerhati lingkungan berkumpul untuk melakukan pembersihan aliran Sungai Cidanau di kawasan Cagar Alam Rawa Danau. Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi pembersihan, tetapi juga merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan semangat gotong royong, mereka mengarungi aliran sungai menggunakan perahu sampan guna membersihkan sampah dan material lain yang menghambat aliran air.
Pemuda dari komunitas Pemuda Lingkungan Hidup (PLH) Desa Cikedung memimpin kegiatan ini, yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas tumpukan sampah yang terlihat. Banyak faktor lain yang berkontribusi pada masalah lingkungan yang lebih besar.
Hubungan Sungai Cidanau dengan Kehidupan Sehari-hari
Bagi penduduk Desa Cikedung, kelancaran aliran Sungai Cidanau sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari mereka. Jika aliran sungai tersumbat, tidak hanya akan menghambat pasokan air, tetapi juga meningkatkan risiko banjir, yang dapat merusak lahan pertanian. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai menjadi prioritas utama bagi masyarakat setempat.
Ketua Pemuda Lingkungan Hidup Desa Cikedung, Epul, menegaskan bahwa aksi pembersihan ini bukanlah sebuah kegiatan yang cukup dilakukan sekali saja. Menurutnya, kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan Rawa Danau perlu dilakukan secara rutin agar tumpukan sampah tidak kembali menumpuk.
Komitmen Jangka Panjang untuk Lingkungan
Epul menyampaikan keinginannya agar kegiatan bersih-bersih di Rawa Danau dilakukan setiap bulan. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengatasi masalah sampah di lingkungan mereka. “Kita ingin semua pihak terkait bersatu untuk membersihkan lingkungan,” ungkapnya.
Keberadaan komunitas PLH Desa Cikedung memberikan ruang bagi pemuda untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, khususnya di sekitar aliran Sungai Cidanau. Epul menambahkan bahwa kebersihan sungai bukan hanya sekadar masalah estetika. Ketika sungai tersumbat, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam hal pertanian.
Dampak Positif dari Kebersihan Sungai
“Dengan membersihkan sungai, kita berupaya mencegah banjir. Selain itu, dengan aliran yang lancar, kualitas air juga akan meningkat, sehingga dapat mendukung pertanian yang lebih baik,” katanya. Selain dibersihkan, Epul juga menekankan pentingnya mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah ke sungai.
Perluasan kolaborasi antara masyarakat, pemuda, pemerintah, dan sektor swasta sangatlah penting untuk menjaga keberlanjutan Sungai Cidanau. “Kita harus bersatu dalam kegiatan gotong royong ini untuk menangani sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai,” pungkasnya.
Partisipasi Berbagai Pihak dalam Aksi Bersih-Bersih
Dalam kegiatan pembersihan tersebut, hadir sejumlah instansi dan perusahaan, termasuk PT Krakatau Tirta Industri (KTI), Perum Jasa Tirta II (PJT II), serta pemerintah desa dan BKSDA. Epul mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap kerjasama ini tidak hanya berhenti pada satu kegiatan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dengan PLH Desa Cikedung, seperti PT Krakatau Tirta Industri, BKSDA, dan PJT. Semoga kolaborasi ini dapat berlanjut dan mendukung kegiatan kami di masa mendatang,” ujarnya.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Manager Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Jasa Tirta II, Ratna Ningsih, menambahkan bahwa isu lingkungan di kawasan tersebut perlu dipandang dari perspektif yang lebih luas. Rawa Danau sebagai kawasan konservasi memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Kegiatan pembersihan sungai memang diperlukan, tetapi yang lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
“Kami sangat mendukung acara seperti ini karena sangat bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Ratna. Ia menegaskan bahwa membersihkan sampah yang sudah ada tidak akan menyelesaikan masalah jika perilaku membuang sampah ke sungai masih terjadi.
Komitmen untuk Konservasi Lingkungan
Ratna mengingatkan bahwa kawasan tersebut merupakan area konservasi dan hutan lindung yang kelestariannya harus dijaga untuk kepentingan lingkungan dan generasi mendatang. “Ini adalah wilayah konservasi dan hutan lindung yang sangat penting untuk dilestarikan demi anak cucu kita di masa depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dukungan PJT II terhadap kegiatan lingkungan di Desa Cikedung tidak hanya terbatas pada satu acara. Sebelumnya, mereka juga terlibat dalam kegiatan penanaman pohon di bagian hulu sungai. Kali ini, fokusnya adalah pada pembersihan aliran Sungai Cidanau di bagian hilir.
Penanganan Lingkungan dari Hulu hingga Hilir
“Di Desa Cikedung ini, kami telah melaksanakan dua kegiatan. Yang pertama adalah penanaman pohon di hulu, dan yang kedua adalah pembersihan sungai di hilir,” jelas Ratna. Pendekatan ini menunjukkan bahwa masalah lingkungan di kawasan Cidanau memerlukan penanganan dari hulu hingga hilir, dengan menanam pohon di hulu dan membersihkan aliran di hilir sebagai bagian dari usaha menjaga fungsi lingkungan secara berkelanjutan.
PJT II juga membuka peluang untuk kolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ratna menyebutkan bahwa PJT II bersama PT Krakatau Tirta Industri memiliki pola kerja sama untuk mendukung kegiatan masyarakat di wilayah tersebut.
Mendorong Partisipasi Masyarakat dan Pemuda
Masyarakat dan pemuda didorong untuk menyampaikan usulan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan kelestarian lingkungan melalui mekanisme yang telah disediakan. Ratna juga meminta agar PLH Desa Cikedung menjaga konsistensi dan kekompakan internal agar kegiatan lingkungan tidak berhenti setelah satu momentum tertentu.
“Semoga Pemuda Lingkungan Hidup di sini terus bersatu dan kompak dalam membangun kelestarian lingkungan. Kegiatan ini seharusnya tidak terputus, tetapi berlanjut secara kontinyu,” tuturnya. Kekompakan komunitas menjadi salah satu modal penting agar gerakan lingkungan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Kekompakan sebagai Kunci Keberhasilan
“Dari dalam komunitas pemuda sendiri, kekompakan harus dijaga. Satu komunitas yang kompak akan sangat mendukung keberhasilan kegiatan,” pungkasnya. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk BKSDA, PJT II, KTI, mahasiswa, serta kepala desa dan perangkat desa Cikedung. Dengan kolaborasi yang solid, harapan untuk menjaga lingkungan dan kelestarian Rawa Danau semakin cerah.




