Aksi Kemanusiaan Yatibersa untuk Korban Galodo Solok Mendapat Apresiasi dari Warga dan Tokoh Masyarakat

Di tengah krisis yang dihadapi akibat bencana alam, aksi kemanusiaan menjadi salah satu harapan bagi masyarakat yang terdampak. Salah satu organisasi yang menunjukkan kepedulian tersebut adalah Yayasan Tiga Belas Bersaudara (Yatibersa). Pada tanggal 27 September 2026, mereka berinisiatif untuk memberikan bantuan langsung kepada korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Dengan harapan untuk memberikan solusi nyata di masa tanggap darurat, Yatibersa hadir sebagai jembatan penghubung antara donatur dan masyarakat yang membutuhkan.
Aksi Kemanusiaan Yatibersa: Menyentuh Hati Korban Bencana
Aksi kepedulian ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan menyasar dua daerah yang mengalami dampak paling parah, yaitu Nagari Koto Gaek (Jorong Sukarami) dan Nagari Batang Barus (Jorong Kayu Aro), yang terletak di Kecamatan Gunung Talang. Keberadaan Yatibersa di lokasi-lokasi ini tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan harapan kepada warga yang tengah berduka.
Pengarahan oleh Pimpinan Yatibersa
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis dengan dipimpin oleh Ketua Pembina Yatibersa, H. Musa, SH, MH. Beliau didampingi oleh Perwakilan Yatibersa Sumbar, Zulkardiman, SH, MH, dan Koordinator Lapangan, Ridwan Syamza, SH, MH. Momen ini juga disaksikan oleh tokoh agama setempat, Buya Beny, yang memberikan dukungan moral bagi warga yang terkena dampak.
Rincian Bantuan yang Diberikan
Dalam aksi kemanusiaan ini, Yatibersa mendistribusikan total 105 paket bantuan logistik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, baik dari segi dapur maupun kesehatan. Setiap paket bantuan terdiri dari:
- 5 kg beras
- 1 liter minyak goreng
- 1 kg gula pasir
- 15 butir telur ayam
- 1 dus air mineral (600 ml)
- 2 kaleng sarden ABC
- 10 bungkus Indomie
- 1 pak sachet Susu Kental Manis (SKM)
- 1 bungkus biskuit Roma Kelapa
- 1 bungkus biskuit Gabin
- 5 jenis obat-obatan penting
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban yang ditanggung oleh warga yang terdampak bencana.
Penyampaian Nasihat dan Edukasi oleh H. Musa
Acara dimulai dengan sambutan dari H. Musa, SH, MH, yang tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menyampaikan pesan spiritual yang mendalam kepada masyarakat. Dia mengingatkan bahwa musibah banjir adalah ujian dari Allah, yang seharusnya membuat kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
“Kita harus ingat bahwa ujian ini adalah panggilan untuk meningkatkan iman. Kami berharap keluarga yang terkena dampak tetap tabah, karena Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuannya,” ungkap H. Musa dengan penuh empati.
Pentingnya Kesadaran Lingkungan
Selain memberikan semangat, H. Musa juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan. Dalam sambutannya, beliau mengajak semua pihak untuk peduli terhadap kelestarian alam. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
- Menjaga hutan agar tidak ditebang sembarangan.
- Berperilaku sadar lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
- Memupuk budaya gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Pesan ini sangat relevan, terutama dalam konteks bencana yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan.
Apresiasi dari Masyarakat Setempat
Respons positif juga datang dari masyarakat setempat. Bapak Amral, Kepala Jorong Sukarami Nagari Koto Gaek, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Yayasan Tiga Belas Bersaudara. Dalam pernyataannya, dia mengapresiasi kehadiran Yatibersa yang telah memberikan bantuan di saat yang sangat dibutuhkan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Yatibersa terhadap masyarakat kami yang sedang berduka. Bantuan sembako dan obat-obatan ini sangat berarti bagi kami,” ucap Bapak Amral dengan tulus.
Moment Penyerahan Bantuan
Puncak acara berlangsung pada pukul 09.00 WIB, di mana penyerahan bantuan sembako dilakukan secara simbolis oleh H. Musa, SH, MH, yang didampingi oleh Zulkardiman, SH, MH, dan Ridwan Syamza, SH, MH kepada salah satu perwakilan korban banjir. Setelah itu, paket sembako dibagikan secara tertib kepada masyarakat yang hadir.
Salah satu perwakilan warga yang menerima bantuan tidak bisa menahan rasa harunya. Dengan suara bergetar, dia mengungkapkan, “Terima kasih kepada Yayasan Tiga Belas Bersaudara dan para donatur. Bantuan ini sangat membantu kami yang menjadi korban galodo.”
Doa Bersama untuk Memohon Berkah
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Musa, SH, MH. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa syukur dan penghormatan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan ini.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terima kasih juga kepada semua panitia yang telah bekerja keras,” tutup H. Musa dengan penuh rasa syukur.