Bupati Iskandarsyah Fokus pada TJSP Tepat Sasaran dan Revitalisasi Coastal Area untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen untuk mengoptimalkan Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) sebagai alat kolaborasi yang lebih strategis, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam upaya mengatasi isu-isu mendasar, terutama kemiskinan ekstrem, Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menekankan perlunya TJSP yang tepat sasaran dan terfokus pada prioritas daerah.
Prioritas Pemanfaatan Program TJSP
Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa program TJSP harus diarahkan untuk menangani masalah yang benar-benar menjadi prioritas di wilayahnya. Ini termasuk isu kemiskinan ekstrem, pengembangan olahraga, perlindungan lingkungan, hingga pengembangan potensi pariwisata di daerah tersebut.
Pentingnya Pendekatan Terarah
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Iskandarsyah setelah melantik Ferry Kurniawan sebagai Ketua Forum Pelaksana TJSP Kabupaten Karimun untuk periode 2026–2029. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Cempaka Putih di Kantor Bupati Karimun pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Iskandarsyah, keberadaan forum TJSP harus mampu mengidentifikasi kebutuhan daerah dan mengubah kontribusi dari perusahaan menjadi program yang konkret dan berdampak. “Salah satu fungsi Forum TJSP ini harus kita manfaatkan untuk hal-hal yang prioritas, yang menjadi kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pemerintah,” jelasnya.
Menangani Kemiskinan Ekstrem Secara Kolaboratif
Salah satu fokus utama yang ditekankan oleh Bupati adalah penanganan kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Saat ini, terdapat 17 kepala keluarga (KK) yang teridentifikasi dalam kategori tersebut. Iskandarsyah berharap penanganan masalah ini dapat dilakukan secara kolaboratif dengan dukungan dari TJSP.
“Contohnya, kita memiliki 17 KK yang mengalami kemiskinan ekstrem. Jika memungkinkan, kita ingin menyelesaikannya tahun ini. Salah satu caranya adalah dengan memberikan bantuan sembako setiap bulan, yang dapat kita rancang bersama,” tambahnya.
Dengan pendekatan ini, diharapkan program sosial tidak hanya berjalan sporadis, tetapi memiliki target yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala.
Peluang Kolaborasi dalam Berbagai Sektor
Selain menangani isu sosial, Bupati Karimun juga membuka peluang pemanfaatan TJSP untuk mendukung inisiatif di bidang olahraga, penghijauan, dan penataan kawasan pesisir. Ia mengusulkan pengembangan taman di sepanjang kawasan pesisir sebagai salah satu langkah konkret.
Perusahaan dapat berkontribusi dalam penataan kawasan melalui skema kolaborasi, seperti menanam dan merawat pohon serta tanaman hias di area tertentu. “Misalnya, jika ada perusahaan yang bersedia, silakan mengelola 50 hingga 100 meter untuk menanam pohon dan bunga. Mereka juga terlibat dalam pemeliharaannya. Setelah tanaman tumbuh, kawasan itu akan menjadi lebih indah dan menarik bagi masyarakat serta wisatawan,” ungkapnya.
Adopsi Praktik Kolaboratif dari Daerah Lain
Iskandarsyah menjelaskan bahwa konsep kolaborasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengadopsi praktik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain. Salah satunya adalah pengembangan kawasan mangrove yang memadukan pembiayaan dari pemerintah daerah dengan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.
“Jika kita dapat menggabungkan upaya pemerintah daerah dengan dukungan TJSP, maka pekerjaan yang dilakukan akan lebih cepat dan efisien,” tegasnya.
Keberhasilan Program Sosial Sebelumnya
Bupati juga menyoroti sejumlah program sosial yang telah mendapatkan dukungan dari TJSP, termasuk upaya penanganan stunting melalui kegiatan Posyandu di Karimun dan Tanjung Batu yang didukung oleh PT Timah Tbk. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat memberikan manfaat langsung jika diarahkan pada kebutuhan yang terdefinisi dengan baik.
Kepengurusan Forum TJSP yang Inklusif
Kepengurusan Forum TJSP periode 2026–2029 melibatkan 38 orang dari beragam latar belakang, termasuk perusahaan swasta, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, serta profesi advokat. Ini menciptakan sebuah forum yang inklusif dan representatif untuk mengakomodasi berbagai sektor dalam pembangunan daerah.
Beberapa perusahaan strategis di Karimun turut berpartisipasi, bersama dengan perwakilan dari BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri Syariah, dan BPR Tuah Karimun. Unsur akademisi juga diwakili oleh Universitas Karimun, STIE Cakrawala Karimun, dan STIT Mumtaz.
Menuju Sinergi yang Produktif
Forum ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah administratif, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi lintas sektor yang dapat menyelaraskan program sosial perusahaan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Karimun. Iskandarsyah menekankan bahwa kekuatan TJSP terletak pada kemampuannya untuk mengubah kepedulian perusahaan menjadi program yang memiliki sasaran dan manfaat jangka panjang.
Kolaborasi sebagai Strategi Utama
Di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah, kolaborasi bukan hanya menjadi pilihan, tetapi merupakan strategi yang harus diambil. Dengan memanfaatkan TJSP sebagai sumber energi bersama, diharapkan upaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan mempercantik kawasan pesisir dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan Kabupaten Karimun dapat mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.
