Sumut Foundation Mendukung Dinas Kesehatan Asahan Tingkatkan Transparansi dan Profesionalisme dalam Kelola Dana BOK

Andi Sirait, Direktur Eksekutif Sumut Foundation, memberikan pandangan terkait isu yang berkembang mengenai dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. Pandangannya ditujukan untuk memberikan gambaran yang objektif dan berlandaskan fakta, bukan berdasar asumsi atau isu yang beredar di masyarakat.
Pentingnya Pengelolaan Dana Publik yang Transparan dan Profesional
Andi Sirait, tokoh muda Asahan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BEM IAIN Sumatera Utara, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan informasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terbentukan opini yang tidak berdasar dan berpotensi merugikan lembaga pemerintah yang sedang bekerja melayani masyarakat. Menurutnya, Dinas Kesehatan Asahan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
Dana BOK, yang merupakan program nasional, bersumber dari APBN dan disalurkan melalui skema DAK Non-Fisik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Pengelolaan dana ini telah memiliki mekanisme yang ketat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan sesuai dengan regulasi pemerintah pusat.
Mekanisme Penyaluran Dana BOK
Andi Sirait menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menerapkan sistem yang semakin transparan dan akuntabel dalam mekanisme penyaluran Dana BOK. Dana tersebut, yang merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik, disalurkan langsung oleh pemerintah pusat ke rekening masing-masing puskesmas. Dengan sistem ini, dana tersebut tidak melalui rekening pemerintah daerah maupun rekening Dinas Kesehatan, melainkan langsung masuk ke rekening operasional puskesmas yang bersangkutan.
Mekanisme tersebut dirancang khusus untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan dan memastikan bahwa dana benar-benar digunakan langsung oleh unit pelayanan kesehatan di garis terdepan pelayanan masyarakat.
Penggunaan Dana BOK di Puskesmas
Dalam pelaksanaannya, penggunaan Dana BOK di puskesmas mengikuti perencanaan kegiatan yang telah disusun melalui Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) puskesmas. Setiap kegiatan memiliki komponen pembiayaan yang jelas dan dapat diukur sesuai dengan pedoman teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Andi Sirait menambahkan bahwa pembayaran kegiatan kepada tenaga kesehatan maupun petugas yang terlibat juga dilakukan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening masing-masing penerima sebagai end user. Sistem ini diterapkan untuk memastikan seluruh transaksi tercatat secara elektronik serta menghindari praktik transaksi tunai yang berpotensi menimbulkan ketidakjelasan dalam pertanggungjawaban anggaran.
Pengelolaan Dana BOK di tingkat puskesmas telah mengikuti prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang baik. Ini menunjukkan upaya Dinas Kesehatan Asahan dalam mengelola dana BOK dengan profesional dan transparan.
Menghormati Prinsip Praduga Tak Bersalah
Andi Sirait juga mengajak semua pihak untuk menghormati prinsip praduga tak bersalah serta memberi ruang bagi institusi pemerintah untuk menjelaskan secara transparan setiap program yang dijalankan. Menurutnya, aparat penegak hukum tentu memiliki mekanisme dan standar pemeriksaan yang profesional jika memang diperlukan klarifikasi terhadap suatu program.
Kepercayaan publik terhadap sektor kesehatan harus dijaga bersama. Menurut Andi, kerja keras tenaga kesehatan di lapangan, mulai dari kepala puskesmas hingga para kader kesehatan, tidak boleh tereduksi oleh isu yang belum tentu memiliki dasar yang kuat.
Dukungan Sumut Foundation
Sebagai lembaga yang fokus pada pembangunan sosial di Sumatera Utara, Sumut Foundation memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas di seluruh lembaga pemerintah. Namun dukungan tersebut harus diiringi dengan sikap objektif agar tidak menimbulkan kegaduhan yang justru dapat mengganggu pelayanan publik.
Andi Sirait mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Asahan untuk terus mendukung kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen pemuda, program kesehatan di daerah ini akan terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat.




