RSUD Panyabungan dan Kemenkes Berkolaborasi untuk Menjadi RS Rujukan Regional yang Unggul

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal kini tengah bersiap untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah sebagai RS rujukan regional. Dalam upaya ini, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Muhammad Rusli Pulungan, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses transformasi rumah sakit, tanpa sepenuhnya bergantung pada alokasi anggaran daerah yang terbatas.
Komitmen Terhadap Peningkatan Layanan Kesehatan
Dalam sebuah forum yang diadakan pada tanggal 9 April 2026, dr. Rusli berbicara mengenai tantangan finansial yang dihadapi dalam pengembangan RSUD Panyabungan. Ia mencatat bahwa kebutuhan dana untuk melakukan pengembangan rumah sakit sangat signifikan, bahkan mencapai miliaran hingga ratusan miliar rupiah.
“Sekitar 90 persen dari total pembangunan fisik di RSUD Panyabungan saat ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemenkes. Kami lebih memilih untuk bersinergi dan berkolaborasi daripada berjalan sendiri,” jelas dr. Rusli di hadapan para peserta forum.
RSUD Panyabungan Sebagai Lokus Pelayanan Prioritas
Sejak 2023, RSUD Panyabungan telah ditetapkan sebagai lokasi pelayanan prioritas nasional. Penetapan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan kesehatan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Fokus Bidang Medis Utama
RSUD Panyabungan menetapkan beberapa bidang medis sebagai fokus utama dalam upaya peningkatan layanan. Beberapa bidang tersebut antara lain:
- Kanker
- Penyakit Jantung
- Stroke
- Uro-Nefrologi
- Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Dr. Rusli juga menambahkan bahwa mulai tahun 2025, cakupan layanan akan diperluas ke bidang Non-KJSU-KIA, yang mencakup Penyakit Paru, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mata, dan Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT).
Dukungan Kemenkes dalam Pengadaan Alat Kesehatan
Menurut penjelasan dr. Rusli, dukungan dari Kemenkes bagi RSUD Panyabungan tidak hanya terbatas pada pengembangan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup penyediaan alat kesehatan terbaru. Saat ini, rumah sakit tersebut telah menerima alokasi anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pengadaan tiga alat medis utama.
Ketiga alat tersebut, yang telah diterima RSUD Panyabungan pada awal bulan April, terdiri dari:
- Catheterization Laboratory (Cath Lab)
- CT Scan
- Mamografi
Penambahan Dana Melalui Bantuan Presiden
Selain itu, dr. Rusli juga mengungkapkan bahwa RSUD Panyabungan mendapatkan tambahan dana dari Bantuan Presiden (Banpres) sebesar sekitar Rp22 miliar. Nota kesepakatan untuk bantuan ini telah ditandatangani sebelum Idul Fitri dan akan digunakan untuk memperkuat fasilitas alat kesehatan lebih lanjut.
Janji Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat
Sebagai direktur yang telah menjabat selama lima tahun, dr. Rusli berkomitmen untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ia bertekad untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat di Mandailing Natal.
“RSUD Panyabungan siap menjaga kepercayaan Kemenkes dengan mematuhi standar nasional. Tujuan utama kami adalah agar masyarakat Mandailing Natal dapat menikmati akses layanan kesehatan berkualitas tinggi, tanpa perlu jauh-jauh ke luar daerah,” tegasnya.
Proses Transformasi Menuju RS Rujukan Utama
Forum Konsultasi Publik yang bertema “Transformasi RSUD Panyabungan Menuju Rumah Sakit Rujukan Utama Tabagsel 2030” masih berlangsung. Dalam forum ini, dr. Rusli memaparkan rencana dan program RSUD Panyabungan di hadapan tamu undangan, termasuk Dewan Pengawas, tokoh masyarakat, perwakilan media, serta perwakilan dari Puskesmas di Kabupaten Madina.
Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga untuk memberikan harapan baru bagi masyarakat Mandailing Natal. Dengan dukungan dari Kemenkes dan komitmen yang kuat dari manajemen rumah sakit, RSUD Panyabungan berambisi untuk menjadi RS rujukan regional yang unggul di masa depan.
