slot qris
Tabagsel

BAGUSI Raih Penghargaan Meski Wilayah Terdampak Bencana Besar di Pemkab Tapsel

Di tengah upaya perbaikan menyeluruh yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel), datangnya bencana besar berupa banjir bandang dan longsor pada bulan November 2025 menjadi tantangan tersendiri. Bencana ini melanda di tengah periode pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati, Gus Irawan Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritonga, yang dikenal dengan sebutan BAGUSI.

Dampak Bencana di Tapanuli Selatan

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, dari 15 kecamatan yang ada, 14 kecamatan terkena dampak dari bencana yang terjadi pada 25 November 2025. Kejadian ini memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur di wilayah tersebut, menggugah perhatian banyak pihak untuk melakukan penanganan yang cepat dan efektif.

Peningkatan Rapor Resmi

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, mengungkapkan bahwa meskipun bencana melanda, Rapor resmi Kabupaten Tapanuli Selatan menunjukkan perkembangan yang positif. “Rapor resmi Kabupaten Tapanuli Selatan mengalami peningkatan yang signifikan, seperti pada SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah). Setelah stagnan selama lima tahun pada nilai CC, pada tahun 2025, kami berhasil meraih nilai B,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers pada 16 Maret 2026.

Indeks Pencegahan Korupsi yang Meningkat

Gus Irawan juga melaporkan bahwa MCSP KPK (Monitoring Controlling Surveillance for Prevention) mengalami lonjakan yang signifikan. Dari nilai 65,66 pada tahun 2024 yang tergolong Zona Merah, kini meningkat menjadi 81,70 dan masuk dalam Zona Hijau. Ini menunjukkan komitmen Pemkab Tapsel untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan.

  • SAKIP meningkat dari CC ke B
  • MCSP KPK naik dari 65,66 (Zona Merah) ke 81,70 (Zona Hijau)
  • IMDI (Indeks Masyarakat Digital Indonesia) naik dari 36,56 ke 50,48
  • Indeks Pelayanan Publik meningkat dari 2,54 (C) menjadi 4,00 (B)

Mendapat Penghargaan Nasional

Selain peningkatan rapor, Pemkab Tapsel juga berhasil meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional pada tahun 2025. “Kami mendapatkan juara I nasional dalam Indonesia’s SDG’s Action Award dari Bappenas berkat program unggulan Gerakan 1.000 Kolam. Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kami meraih peringkat II nasional,” ungkap Gus Irawan dengan bangga.

Sertifikat Eliminasi Filariasis

Di bawah kepemimpinan Gus Irawan, Tapsel juga berhasil mendapatkan Sertifikat Eliminasi Filariasis, menjadikannya satu dari tujuh daerah di Indonesia yang berhasil keluar dari status endemis penyakit kaki gajah. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi masyarakat Tapsel.

Inisiatif Pendidikan Melalui Sekolah Rakyat

Pemerintahan Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin Ritonga tidak hanya fokus pada aspek pemerintahan dan kesehatan, tetapi juga pendidikan. Di tahun pertama kepemimpinannya, mereka memperkenalkan program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu, khususnya yang berada di desil 1 dan desil 2. Program ini merupakan salah satu prioritas dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Proses Pembelajaran dan Pembangunan Sekolah Rakyat

Pembelajaran untuk Sekolah Rakyat ini berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Tapsel yang terletak di Siharangkarang. Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat juga sedang berlangsung di lahan seluas 10 hektar milik Pemkab Tapsel di Kecamatan Sipirok, yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp250 miliar.

Penanganan Bencana yang Efektif

Pada 25 November 2025, Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah yang terdampak parah akibat bencana banjir bandang dan longsor, yang juga melanda beberapa provinsi lain seperti Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, Tapsel berhasil menjadi salah satu daerah tercepat dalam menyelesaikan data korban bencana.

Kepedulian Terhadap Korban Bencana

Kecepatan dalam penanganan ini membuat Tapsel menjadi daerah yang pertama menerima berbagai bantuan dari pemerintah, termasuk Dana Tunggu Hunian (DTH), santunan bagi korban meninggal, serta bantuan untuk perbaikan rumah. “Dengan berbagai bantuan yang telah disalurkan, semua korban bencana di Tapsel saat ini tidak ada yang masih tinggal di tenda pengungsian,” tambah Gus Irawan.

Merayakan Hari Raya di Hunian yang Layak

Gus Irawan juga menyampaikan, “Alhamdulillah, semua korban bencana dapat merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H di tempat hunian yang lebih layak dan nyaman bersama keluarga.” Ini menjadi momen berharga bagi masyarakat yang terdampak bencana, menunjukkan bahwa pemulihan mereka berjalan dengan baik.

Ucapan Terima Kasih kepada Berbagai Pihak

Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, yang telah hadir di tengah-tengah korban bencana di Kecamatan Batang Toru pada saat pergantian tahun. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Bapak Presiden, Wakil Presiden Bapak Gibran, BNPB, serta seluruh jajaran kabinet yang telah memberikan bantuan,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Apresiasi kepada Masyarakat dan Relawan

Gus Irawan juga mengapresiasi masyarakat Tapsel yang tetap berpegang pada falsafah Dalihan Na Tolu, serta berpartisipasi dalam gotong royong membantu sesama yang terdampak bencana. “Inilah cermin keindonesiaan kita, dengan sifat gotong royong yang kuat, yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Mari kita terus jaga dan tingkatkan sebagai modal utama dalam membangun Tapsel,” tutupnya.

Back to top button