Inggried Sondakh Sinergikan Pelayanan Gereja dengan Pemberdayaan UMKM dalam Politik

Inggried Sondakh, seorang anggota DPRD Sulawesi Utara, membawakan nuansa segar dalam kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 yang berlangsung pada akhir Maret. Dalam momen ini, dia tidak hanya menjalankan tugas legislasi, tetapi juga mengintegrasikan pelayanan gereja dengan pemberdayaan UMKM, menciptakan keterhubungan yang kuat antara dua sektor ini. Pendekatan ini menunjukkan komitmennya tidak hanya terhadap aspirasi politik, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Sinergi Pelayanan Gereja dan Pemberdayaan UMKM
Di tengah agenda Reses, Inggried memulai kunjungannya di Kalasey Satu dan Langowan dengan pendekatan yang lebih personal. Dia tidak hanya berfokus pada pertemuan formal, tetapi juga menjalin komunikasi dengan masyarakat melalui pelayanan ibadah. Dengan cara ini, dia berharap dapat mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal pemberdayaan ekonomi.
Fokus utama dari agenda ini adalah pemberdayaan ekonomi pada tingkat akar rumput. Inggried percaya bahwa kekuatan ekonomi sebenarnya dimulai dari usaha kecil dan menengah yang mandiri. Dalam konteks ini, pelayanan gereja diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM.
Komitmen untuk Mendorong Aspirasi Pelaku UMKM
Inggried telah menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi para pelaku UMKM. Dia bertekad untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan perhatian dan intervensi nyata dari dinas terkait. Dengan cara ini, diharapkan akan ada langkah-langkah konkret yang dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di wilayahnya.
“Program-program yang ada di Dinas Koperasi, Pertanian, serta Biro Kesra harus benar-benar menyentuh masyarakat desa. Ekonomi yang kuat berawal dari usaha keluarga yang mandiri,” ungkap Inggried dengan tegas. Pernyataan ini mencerminkan keyakinannya bahwa untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dukungan kepada UMKM harus menjadi prioritas utama.
Peran Pelayanan Gereja dalam Pemberdayaan Ekonomi
Pelayanan gereja memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan jangkauan yang luas dan kepercayaan yang tinggi dari jemaat, gereja dapat mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan UMKM. Beberapa cara di mana gereja dapat berkontribusi antara lain:
- Menyediakan pelatihan keterampilan bagi anggota jemaat yang ingin memulai usaha.
- Menjadi tempat untuk mempertemukan pelaku UMKM dan calon investor.
- Mendukung program-program sosial yang memperkuat jaringan ekonomi lokal.
- Menjadi wadah diskusi bagi pelaku UMKM untuk berbagi pengalaman dan strategi.
- Memberikan dukungan moral dan spiritual kepada pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan.
Dengan memanfaatkan sumber daya dan jaringan yang ada, gereja dapat membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara anggota jemaat.
Membangun Ekosistem yang Mendukung
Pemberdayaan UMKM tidak dapat dilakukan secara terpisah. Diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Dalam konteks ini, Inggried Sondakh berusaha membangun ekosistem yang saling mendukung, di mana setiap elemen memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan adanya dukungan dari dinas terkait, pelaku UMKM diharapkan dapat mengakses berbagai sumber daya yang diperlukan, seperti modal, pelatihan, dan pemasaran. Inggried menekankan bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga untuk komunitas secara keseluruhan.
Menjadikan Pelayanan Gereja Sebagai Penggerak Ekonomi
Pelayanan gereja dapat menjadi penggerak ekonomi jika dikelola dengan baik. Melalui berbagai program dan aktivitas, gereja dapat memberikan dukungan yang signifikan kepada pelaku UMKM. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Menyelenggarakan bazar atau pasar UMKM yang melibatkan anggota jemaat.
- Mengadakan seminar tentang kewirausahaan dan manajemen usaha.
- Menawarkan akses ke fasilitas gereja untuk kegiatan usaha.
- Menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan untuk memberikan pinjaman mikro.
- Mendorong anggota jemaat untuk berbelanja produk lokal yang dihasilkan oleh UMKM.
Dengan langkah-langkah ini, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi. Hal ini akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
Menjaga Keterhubungan Antara Pelayanan dan Pemberdayaan
Keterhubungan antara pelayanan gereja dan pemberdayaan UMKM perlu dijaga dan diperkuat. Inggried Sondakh memahami pentingnya sinergi ini sebagai modal dasar untuk membangun masyarakat yang lebih kuat. Dengan menggabungkan nilai-nilai spiritual dan kegiatan ekonomi, diharapkan akan tercipta keseimbangan yang bermanfaat bagi seluruh anggota komunitas.
Penting bagi gereja untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Dengan mendengarkan aspirasi jemaat dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, gereja dapat merumuskan program yang relevan dan efektif. Inggried berharap, melalui pendekatan ini, pelayanan gereja bisa menjadi solusi bagi masalah ekonomi yang dihadapi oleh banyak masyarakat.
Kesimpulan: Mewujudkan Harapan Melalui Kolaborasi
Inggried Sondakh berkomitmen untuk mewujudkan harapan masyarakat melalui kolaborasi antara pelayanan gereja dan pemberdayaan UMKM. Dengan pendekatan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dia percaya bahwa sinergi ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui langkah-langkah konkret yang diambil, diharapkan para pelaku UMKM dapat merasakan manfaat nyata dari dukungan yang diberikan. Dengan demikian, pelayanan gereja tidak hanya akan menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pilar utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.




