Bantaran Sungai Kembangan Utara Terancam, Warga Minta Penertiban Bangunan Liar

Jakarta – Masalah banjir dan pengelolaan sampah di wilayah Jakarta Barat masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, sejumlah titik di kawasan tersebut masih menunjukkan adanya bangunan semi permanen, terutama yang didirikan oleh pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang bantaran sungai. Keberadaan bangunan-bangunan ini dianggap dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dan memperburuk kondisi yang sudah ada.
Situasi Terkini di Kembangan Utara
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah RW 003 di Jalan Kembangan Baru, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan. Di sini, terlihat jelas bangunan semi permanen yang mulai muncul di sepanjang bantaran Cengkareng Drain. Pedagang menggunakan material seperti asbes dan rangka baja ringan untuk mendirikan kios-kios mereka, yang berpotensi merusak ekosistem setempat.
Keluhan Warga
Warga sekitar, seperti Mulyadi, menyampaikan keluhan terkait kehadiran bangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan bangunan liar ini menambah kesan kumuh pada kawasan dan menghambat program penataan lingkungan yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah. “Pedagang sudah mulai membangun pondok dan kios. Di malam hari, mereka sering menghidupkan musik dengan volume tinggi dan beberapa di antaranya terlibat dalam aktivitas yang tidak pantas,” ungkapnya.
Mulyadi juga menekankan bahwa bantaran sungai seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan dijadikan lokasi untuk bangunan liar yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Upaya Penertiban yang Belum Optimal
Warga telah berusaha melaporkan masalah ini melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) yang disediakan oleh pemerintah. Namun, hingga saat ini aktivitas pedagang tersebut masih terus berlangsung tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang. “Kami punya pengurus RW dan lurah, serta Satpol PP, tetapi penertiban belum juga dilakukan. Warga sangat resah dengan situasi ini,” jelas Mulyadi.
Pembuangan Sampah dan Limbah
Selain permasalahan bangunan liar, warga juga mengungkapkan keprihatinan mengenai praktik pembuangan sampah dan limbah ke dalam aliran sungai. Aktivitas ini dapat memperburuk kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat musim hujan tiba. Hal ini menunjukkan perlunya penanganan yang lebih serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh.
- Pembuangan limbah ke sungai dapat mencemari sumber air.
- Bangunan liar menyebabkan penumpukan sampah di sekitar bantaran sungai.
- Risiko banjir meningkat akibat penyumbatan aliran sungai.
- Keberadaan bangunan dapat mengganggu habitat alami di sekitar sungai.
- Pembangunan liar menghambat program penataan lingkungan yang telah direncanakan.
Harapan Warga kepada Pemerintah
Mulyadi dan warga lainnya berharap agar aparat berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan bangunan-bangunan liar tersebut. Mereka menginginkan agar fungsi bantaran sungai sebagai kawasan pengendalian air dapat dipertahankan demi kepentingan masyarakat. “Kami mohon agar pihak berwenang segera bertindak, karena kondisi ini sangat meresahkan dan merusak lingkungan,” tegasnya.
Pungutan Liar dan Tindakan Lanjutan
Sebelumnya, terdapat dugaan bahwa oknum tertentu melakukan pungutan terhadap para pedagang di kawasan tersebut. Warga meminta agar pihak berwenang melakukan investigasi yang lebih mendalam untuk menghindari pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat. Tindakan ini juga diharapkan dapat mendukung upaya penataan wilayah yang lebih baik.
Respons dari Pihak Berwenang
Sampai saat ini, pihak Kelurahan Kembangan Utara dan Satpol PP Kecamatan Kembangan belum memberikan konfirmasi terkait langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk menangani bangunan semi permanen di bantaran Cengkareng Drain. Warga berharap ada tindakan cepat yang dapat membantu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan teratur.
Upaya penataan kawasan, pengendalian banjir, dan pengelolaan lingkungan di Jakarta Barat memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari program-program tersebut secara langsung. Penertiban bangunan liar dan pengelolaan sampah yang baik menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini.
Dalam menghadapi tantangan ini, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Melalui dialog yang konstruktif dan tindakan nyata, kita semua dapat berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.




