Site icon Mitranet.co.id

Siswa SMP Deiyai Tampilkan Drama Kehidupan Mepago Era 1990-an dengan Kreatif

Pentas seni yang digelar oleh siswa SMP Negeri 1 Tigi Timur pada tanggal 9 April 2026, berhasil menarik perhatian banyak orang. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah di Kampung Damabagata, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, siswa-siswa tersebut mempersembahkan drama yang mengangkat tema kehidupan masyarakat pada era 1990-an di wilayah adat Mepago. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik mata pelajaran seni budaya yang dirancang untuk memperkenalkan siswa pada nilai-nilai budaya lokal.

Pementasan Drama: Ujar Takimai

Dalam pementasan kali ini, siswa dari kelas tiga dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menampilkan sebuah cerita yang berjudul “Ujar Takimai”. Cerita ini menggambarkan kehidupan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Mepago pada masa itu. Dengan penghayatan yang mendalam, siswa-siswa ini berhasil menyampaikan pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut.

Menurut Mesak Madai, guru kelas yang memfasilitasi kegiatan ini, pementasan drama bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan juga merupakan upaya untuk mendidik siswa tentang kekayaan budaya yang ada di sekitar mereka. “Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam memahami nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat,” ungkapnya.

Refleksi Nilai Sosial Budaya

Materi yang diangkat dalam pementasan ini mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya yang ada dalam kehidupan masyarakat Mepago. Noberta Takimai, seorang guru yang turut berperan dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa cerita tersebut menggambarkan kehidupan sebuah keluarga di masa lalu, mencakup berbagai aspek sosial yang relevan dengan budaya setempat.

Pelaksanaan Kegiatan

Pementasan dimulai pada pukul 08.30 WIT, diawali dengan pengarahan dari para guru. Siswa kelas tiga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berlatih sebelum tampil, sementara siswa dari kelas satu dan dua menyaksikan pertunjukan sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka. Keberadaan siswa-siswa yang lebih muda ini diharapkan dapat menumbuhkan minat mereka terhadap seni dan budaya lokal.

Meriah dan Bermakna

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Tigi Timur, Melkiana Adii, memberikan penilaian positif terhadap kegiatan tahun ini, yang ia anggap lebih meriah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ia menyatakan bahwa praktik seni budaya tidak hanya berfungsi untuk melatih kreativitas siswa, tetapi juga menanamkan kedisiplinan dan etika yang baik. “Kami berusaha membiasakan siswa untuk disiplin serta mematuhi aturan berdasarkan nilai-nilai budaya masyarakat Mepago,” ujarnya.

Program “Kamis Budaya”

Selain pementasan drama, sekolah juga mengembangkan program “Kamis Budaya” sebagai wadah untuk memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan kearifan lokal. Program ini dirancang untuk mencakup berbagai kegiatan seni, olahraga, dan kebudayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya budaya lokal.

Dengan adanya program seperti ini, diharapkan siswa dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya mereka sendiri sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di wilayah Kabupaten Deiyai. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya yang telah ada dan mengintegrasikannya dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Pentingnya Kegiatan Budaya di Sekolah

Pendidikan yang berbasis pada budaya lokal memberikan banyak manfaat bagi siswa. Selain meningkatkan pengetahuan mereka tentang sejarah dan tradisi, kegiatan budaya juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun karakter. Keterlibatan dalam seni dan budaya mampu mengasah kreativitas dan kemampuan berkolaborasi antar siswa.

Beberapa manfaat dari kegiatan budaya di sekolah meliputi:

Kesimpulan

Pementasan drama bertema kehidupan masyarakat 1990-an yang dilakukan oleh siswa SMP Negeri 1 Tigi Timur adalah contoh nyata dari upaya pelestarian budaya yang dilakukan melalui pendidikan. Aktivitas ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang berarti dalam mengenalkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Dengan terus melibatkan siswa dalam kegiatan seni budaya, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki kesadaran akan budaya dan identitas mereka sebagai bagian dari masyarakat Mepago.

Inisiatif seperti ini tentu patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain, karena dengan mengedepankan pendidikan berbasis kearifan lokal, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.

Exit mobile version