Terbitnya dugaan keterlibatan pegawai bank dalam kasus mafia uang baru semakin mencuat. Peristiwa ini terjadi menjelang perayaan Idul Fitri, saat permintaan uang baru meningkat. Fakta ini juga menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Deli Serdang, H Rakhmadsyah SH.
Pemusatan dan Penimbunan Uang Baru
Dugaan ini muncul seiring dengan fenomena penimbunan uang baru yang sering terjadi. Diduga ada oknum pegawai bank yang terlibat dalam praktik ini, mengambil keuntungan dari pihak ketiga (jasa penukaran uang jalanan) dalam jumlah besar. Akibatnya, stok uang baru di bank resmi seringkali dinyatakan habis.
Kasus ini mengemuka karena banyaknya transaksi penukaran uang baru di jalan-jalan umum atau di tempat-tempat tertentu, serta lewat agen-agen penukaran uang baru di media sosial.
Keuntungan Oknum dari Penimbunan Uang Baru
Dari penimbunan ini, oknum-oknum dapat memperoleh keuntungan dengan menjual kembali uang baru tersebut dengan biaya tambahan (jasa tukar) yang tinggi. Hal ini justru mempersulit masyarakat untuk mendapatkan uang baru secara langsung dan gratis.
Respon Anggota DPRD Deli Serdang
Anggota Komisi 1 DPRD Deli Serdang, H Rakhmadsyah SH, dalam pernyataannya mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan perbankan, khususnya Bank Indonesia. Pasalnya, bank sentral tersebut tidak mengeluarkan uang baru pecahan Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2000 kepada seluruh bank lainnya. Padahal, di momen lebaran, uang baru menjadi hal yang dinantikan, khususnya oleh anak-anak.
Fenomena Uang Baru Lebaran yang Menghilang
Misteri menghilangnya uang baru di lebaran menjadi fenomena yang aneh. Selama dua tahun terakhir, yaitu lebaran Idul Fitri 2025-2026, hampir di seluruh bank tidak ada uang baru. H Rakhmadsyah SH, yang juga memiliki rekening di BCA, Bank Sumut, dan BRI, mengakui hal ini.
Anggota DPRD ini bahkan membeberkan indikasi adanya mafia di Bank Indonesia untuk penukaran uang baru pecahan yang disebutkan. Di Lapangan Merdeka Medan, misalnya, uang baru tersedia dalam jumlah berapapun yang dibutuhkan, namun dengan harga tukar yang fantastis.
Sikap Anggota DPRD Terhadap Fenomena Ini
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melihat fenomena mafia uang baru di Bank Indonesia ini sebagai peristiwa yang luar biasa. Menurutnya, fenomena ini harus mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, maupun Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Ia juga mempertanyakan apakah ada oknum-oknum mafia yang bermain dalam peredaran uang baru setiap kali lebaran Idul Fitri. Pasalnya, hampir di setiap bank, uang baru tersebut selalu absen.
Peran Bank Indonesia
H Rakhmadsyah SH menganggap bahwa Bank Indonesia memiliki peran penting dalam membuat suasana lebaran menjadi tidak seperti yang diharapkan, terutama oleh anak-anak. Hal ini disebabkan oleh monopoli oleh oknum dan penimbunan uang baru untuk dijual kembali oleh calo, sehingga merugikan masyarakat.

