Dalam era yang semakin kompleks ini, keamanan daerah perbatasan menjadi prioritas utama bagi bangsa Indonesia. Salah satu upaya penting dalam menjaga kedaulatan negara adalah melalui kegiatan pemantauan dan pengawasan terhadap keberangkatan alat utama sistem senjata, seperti kapal perang. Pada Minggu, 22 Maret 2026, Kodim 1301/Sangihe melakukan monitoring terhadap keberangkatan KRI Nala-363 dari Pelabuhan Laut Nusantara Tahuna, yang terletak di Kelurahan Batulewehe, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan NKRI.
Kolaborasi untuk Keamanan Wilayah
Monitoring yang dilakukan oleh Kodim 1301/Sangihe menggarisbawahi pentingnya sinergitas antara berbagai institusi dalam menjaga keamanan. Kegiatan ini bukan hanya sekedar formalitas, tetapi merupakan langkah konkret dalam mendukung operasi TNI Angkatan Laut yang bertujuan untuk melindungi kedaulatan negara. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan setiap gerakan yang dilakukan TNI AL dapat terintegrasi dengan baik, sehingga keamanan wilayah perbatasan dapat terjaga secara optimal.
Perwakilan Pimpinan Daerah Hadir dalam Kegiatan
Dalam pelaksanaan kegiatan monitoring ini, Komandan Kodim 1301/Sangihe diwakili oleh Danramil 1301-05/Tahuna, Letda Inf David Manabung. Hadir pula berbagai unsur Forkopimda dan instansi terkait, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kehadiran para pemimpin daerah, seperti:
- Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr.Hanla., CRMP
- Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P
- Asisten I Setda Sangihe Yohanes N. Pilat, S.Sos., MM
- Perwakilan Kejaksaan Negeri Sangihe Hence Kacomba, SH
- Sekretaris DPRD Sangihe Ir. Riputri Tamaka, ME
Menunjukkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama yang perlu didukung oleh semua elemen masyarakat, baik dari kalangan militer maupun sipil.
Rangkaian Kegiatan Pelepasan KRI Nala-363
Kegiatan monitoring diawali dengan rombongan Forkopimda yang menaiki ruang VIP KRI Nala-363 pada pukul 07.45 WITA. Dalam kesempatan ini, mereka melakukan tatap muka dengan jajaran TNI Angkatan Laut. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi tantangan yang ada di wilayah perbatasan.
Setelah pertemuan singkat tersebut, rombongan kembali ke pelabuhan pada pukul 08.30 WITA, dan tepat pukul 08.40 WITA, KRI Nala-363 bertolak meninggalkan Pelabuhan Nusantara Tahuna untuk melaksanakan misi operasionalnya. Kegiatan pelepasan kapal perang ini berlangsung secara aman, tertib, dan terencana, menunjukkan profesionalisme yang tinggi dari semua pihak yang terlibat.
Komitmen Kodim 1301/Sangihe untuk Keamanan Laut
Letkol Czi Nazarudin, ST, MIP, selaku Dandim 1301/Sangihe, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Lanal Tahuna dan Polri dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah laut. Terutama di kawasan perbatasan utara Indonesia, keberadaan unsur TNI-Polri sangat penting untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan.
“Kodim 1301/Sangihe mendukung penuh pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah. Kehadiran unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah adalah wujud kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kepulauan Sangihe,” ungkap Manabung saat mewakili Dandim.
Peran KRI Nala-363 dalam Misi TNI AL
Keberangkatan KRI Nala-363 bukan hanya sekadar aktivitas rutin, tetapi merupakan bagian dari misi khusus TNI Angkatan Laut. Misi ini ditujukan untuk mengamankan wilayah perbatasan dan menjaga stabilitas keamanan di perairan utara Indonesia. Dengan adanya kapal perang ini, TNI AL menunjukkan eksistensinya dalam melindungi kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Dalam konteks ini, kehadiran KRI Nala-363 menjadi simbol kekuatan dan kesiapan TNI AL dalam menjalankan tugasnya. Dengan dukungan penuh dari Kodim 1301/Sangihe dan institusi terkait, misi ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan yang berisiko tinggi.
Signifikansi Keberangkatan Kapal Perang
Keberangkatan KRI Nala-363 memiliki makna yang lebih dalam bagi masyarakat daerah perbatasan. Hal ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk menjamin keamanan dan perlindungan bagi warganya. Selain itu, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara dan peranan TNI AL dalam hal ini.
Masyarakat di sekitar Pelabuhan Nusantara Tahuna, khususnya, merasakan dampak positif dari kehadiran operasi militer ini. Mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah mereka dan berperan aktif dalam mendukung tugas-tugas TNI dan Polri.
Kesimpulan
Melalui kegiatan monitoring keberangkatan KRI Nala-363, Kodim 1301/Sangihe menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengatasi tantangan keamanan yang dihadapi. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan keamanan di wilayah perbatasan dapat terjaga dan kedaulatan negara dapat tetap dipertahankan.

