Itu-terjadi-ketika-Universitas-Moestopo-dan-ISBI-Bandung-bersinergi

Itu terjadi ketika Universitas Moestopo dan ISBI Bandung bersinergi

Salah satu upaya menumbuhkan perekonomian di Indonesia adalah sinergi antara seni dan bisnis. Sebagai negara yang kaya akan seni, pengelolaan seni yang baik akan menjadi kekuatan ekonomi.

Itu-terjadi-ketika-Universitas-Moestopo-dan-ISBI-Bandung-bersinergi

Demikian disampaikan para pembicara dalam seminar online bertema “Art & Economic Synergy: Endless Advantages”

, kerjasama Universitas Prof. DR. Moestopo dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

“Produk, seni, desain atau kerajinan memiliki latar belakang yang berbeda dalam proses pengembangannya, antara lain: kreativitas, inovasi, tren, budaya, dll. Pada kenyataannya, karya seni, desain, dan kerajinan memiliki hubungan dengan ilmu lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, ” kata Dr. Husen Hendriyana, S.Sn., M.Ds, dalam pesan yang diterima detikEdu, Senin (4 November 2021).
Baca juga:
Kencangkan Prokes, AS Tidak Wajibkan Tes COVID-19 Bagi Peserta UTBK SBMPTN 2021

Penjelasan tersebut ia sampaikan dalam kuliahnya dengan topik “Kegunaan Seni Rupa, Desain dan Kriya: Perluasan ke Bidang Ilmu Lainnya”.

Dengan seminar yang diikuti 500 peserta ini

, kedua kampus ingin menunjukkan bahwa seniman juga harus memiliki pengetahuan ekonomi, khususnya tentang perspektif pemasaran, branding, dan pencitraan.

Idealnya, pengetahuan ini bisa bermanfaat. Untuk swasta dan profesional serta untuk keberlanjutan masyarakat.

Tak hanya itu, seniman juga diharapkan mampu beradaptasi agar bisa diterima oleh publik. Namun, menyesuaikan produk dengan selera pasar dapat mengurangi idealisme produk atau karya yang dihasilkan.

Hal tersebut dijelaskan oleh dosen fakultas seni rupa dan desain ISBI,

Agus Cahyana, S.Sn., M.Sn, dalam topik kuliah “Manfaat Sinergi Seni & Ekonomi di Kampung Lukisan Jelekong”.

“Seni sering mengungkapkan perasaan kreatif senimannya secara pribadi. Padahal, seni adalah karya kolektif yang bermanfaat bagi seniman dan orang-orang di sekitarnya, seperti di Kampung Seniman Jelekong,” ujarnya.

Meski para seniman di daerah Jelekong memiliki aliran atau aliran pemikiran tertentu, mereka tetap berkontribusi dalam penciptaan lukisan khas Jelekong, menurut Agus. Secara tidak langsung, perpaduan seniman ini memberikan keuntungan lebih bagi kawasan dan sekitarnya.

Tentu saja, sumber daya alam dan manusia yang berbeda dapat membawa manfaat ekonomi bila dikelola dan dikombinasikan dengan baik.

Pasalnya, maraknya industri kreatif merupakan salah satu hasil dari penyelarasan sumber daya. Artinya, ide atau kreativitas merupakan faktor utama dalam menciptakan karya untuk menciptakan nilai ekonomi.

Dalam kuliah terakhir tentang “Utilitarianisme dalam ekonomi berkelanjutan”, dosen Fakultas Ekonomi Universitas, Prof. DR. Moestopo (Agama), Dr. Michael Adhi Nugroho, M.B.A., menjelaskan bahwa prinsip manfaat sering dikaitkan dengan biaya pembelian produk.

Menurut Michael, keuntungan biasanya tidak berhubungan langsung dengan pengorbanan ekonomi. Sementara itu, keberlanjutan ekonomi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Seminar webinar ini mendorong peserta untuk mengadaptasi ekonomi kerajinan di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menghadapi persaingan antar perusahaan dan meningkatkan kemampuan berwirausaha dengan modal seni.

Karena ketika semuanya berjalan lancar, industri kreatif bisa menjadi salah satu kekuatannya karena bangsa Indonesia memiliki sumber daya dan seni yang melimpah. Jika ditempati, pasti akan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Serangkaian kegiatan, seperti penerapan dua disiplin ilmu yang berbeda, yakni ekonomi dan seni, dilakukan dalam rangka mewujudkan kompetensi profil lulusan masing-masing gelar terkait.

Model strategi dan cara pelaksanaannya juga harus memperhatikan program Kampus Belajar Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa Institut Seni Budaya Bandung dan Universitas Prof. DR. Moestopo (Agama).

 

Lihat Juga :

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp